Selasa, 07 Maret 2017

Truk Pengangkut Puluhan Honda CBR Terjungkir di Tol, Tapi Beruntung….


Sebuah truk pengangkkut Honda CBR terguling di Tol Jatingale-Tembalang KM 10.900. Truk 5 gandar itu terjungkir pada senin (6/3) siang. Kanitlaka Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito, menuturkan kronologi kecelakaan tersebut.

Dikutip Dari Kompas, kecelakaan di ruas tol Tembalang Km 10.800 tersebut (sebelumnya berdasarkan data senkom Jasa Marga disebut Km 10.900) melibatkan truk tronton dan mobil Toyota Innova. Pengemudi truk, Sutrisno (56) itu mengangkut 72 unit Honda CBR 150 dari arah Semarang ke Banyumanik.

Saat melintasi jalan menanjak, pengemudi diduga tidak bisa menguasai kendaraan dan tidak kuat menanjak sehingga oleng ke kanan. Pada saat bersamaan, di belakang truk tersebut melintas Toyota Innova yang dikemudikan oleh Saryono (54), seorang PNS warga Karangsambung, Kebumen.

Mobil ini berpindah lajur ke kanan dan berusaha mendahului truk. Namun upaya mendahului truk yang sudah oleng tersebut tidak sampai sehingga bodi belakang Innova yang berjalan searah di samping kanan truk tersenggol badan truk yang akan terguling.”Tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.

Petugas Senkom PT Jasa Marga, Wahyudi, menyebutkan, upaya pemindahan truk terguling terus dilakukan. Tampak sebuah craine berwarna kuning berada di lokasi. Tidak ada upaya untuk contraflow karena kedua jalur terpisah median jalan, sedangkan truk melintang menutup keseluruhan jalur.

“Pada saat kejadian, lintasan licin sehabis hujan lebat,” ucapnya ketika dihubungi via telepon.

Untung saja ya guys, truknya sama sekali tidak ada yang terpental keluar dari truk. Hmmm.. bagaimana menurutmu?




sumber :  postshare .co.id

Polwan Bingung Setop Pengendara Saat Operasi Simpatik, Berapa Pelanggarannya ya Guys?


Beginilah momen unik saat terjadi operasi simpatik yang digelar serentak oleh pihak kepolisian di seluruh Indonesia, operasi ini tidak terkecuali dilakukan di Papua.

Seperti yang diperlihatkan dalam foto yang beredar luas dalam grup media sosial, terlihat tiga orang Papua sedang mengendarai sepeda motor jenis bebek.

Tampak seperti di dalam foto mereka menaiki motor Yamaha jenis Jupiter MX sedang dihentikan oleh seorang Polwan.

Ketiga orang Papua tersebut mengendarai motor tanpa mengenakan sehelai pakaian pun dan hanya memakai koteka. Well, maaf untuk bagian sensitif harus di-blur ya guys.

Mereka juga membawa busur, panah hingga tombak seakan hendak berperang aja.

Humas Polres Demak-Sosok pria berjubah ala Timur Tengah meminta pengendara motor menunjukkan surat kelengkapan berkendara dala Operasi Simpati Candi 2017 dengan tema ‘Raja Salman’ Razia di Jalan dengan Salam dan Senyuman, di Alun-alun Demak, Jumat (3/3/2017). (Tribunnews.com) (Tribunnews.com)

Guys di Papua pemandangan seperti ini memang terlihat biasa, namun tidak dengan warga Indonesia yang tinggal di bagian Barat dan Tengah. Menariknya mereka hanya pengemudi motor saja yang pakai helm, sementara dua penumpang tidak mengenakan perlengkapan berkendara.



Dalam peraturan pun tidak diperkenankan sepeda motor dikendarai hingga tiga orang, inilah yang mungkin jadi penyebab hingga Polwan memberhentikan pengendara ini.

Barangkalai Polwan ini bingung, berapa banyak pelanggarannya ya guys?



sumber : postshare .co.id

Terungkap! Rombongan Raja Salman Tambah 3 Hari Liburan di Bali, Ini Tujuan Berikutnya!

Rombongan pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, akan memperpanjang liburannya di Pulau Bali hingga 12 Maret nanti, atau 3 hari lebih lama dari jadwal semula.

Raja Salman dan rombongannya telah tiba di Bali pada Sabtu (4/3/2017) lalu, dan semula diberitakan akan tinggal di Pulau Dewata hingga 9 Maret.

Namun demikian, informasi terakhir yang diungkapkan oleh PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), keberadaan anggota rombongan bahkan Raja Salman sendiri di Bali akan sampai 12 Maret.

“Dipastikan rombongan Raja Salman akan memperpanjang liburannya di Bali hingga 12 Maret, dari rencana awal hanya hingga 9 Maret 2017. Kepastian perpanjangan liburan itu didasarkan pada permintaan jadwal penerbangan pesawat,” kata Deputy Director Operations & Services PT JAS, Subiyono, kepada media di Kuta, Badung, Bali, Minggu (5/3/2017).

PT JAS adalah perusahaan layanan darat (ground handling) untuk penanganan penerbangan.

JAS mendapat kepercayaan dari Saudi Arabian Airlines (SV) untuk menangani ground handling penerbangan kenegaraan rombongan Raja Arab Saudi selama di Indonesia.

Subiyono belum mengetahui dengan persis apakah yang pulang tanggal 12 Maret itu termasuk Raja Salman sendiri.

Sebab, jadwal bisa saja diubah oleh pihak Kerajaan Arab Saudi.

“Kami hanya melayani permintaan mereka, semua masih tentatif,” cetus Subiyono.

Ia menjelaskan, ada beberapa anggota rombongan yang melakukan perjalanan bolak-balik dari dan ke Bali, dan ada beberapa yang baru datang ke Bali.

Khusus melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, jelas Subiyono, PT JAS mencatat pada 11 Maret nanti akan ada 3 penerbangan Saudi Arabian Airlines (SV); dan 12 Maret akan ada 1 penerbangan SV dengan jumlah penumpang yang belum diketahui.

Sedangkan tipe-tipe pesawat yang digunakan adalah B772, B747F, B773, B73G, B744, B752, B74L, G-IV. Pesawat yang ditumpangi Raja
Salman adalah tipe B747-400 dengan nomor registrasi HZHM1.

Sebelumnya diberitakan, setelah mengunjungi Indonesia, Raja Salman akan melanjutkan kunjungan kenegaraannya ke Jepang, China, dan Maladewa.

Di Maladewa, sebuah negara pantai yang menonjol pariwisatanya, dijadwalkan Raja Salman kembali berlibur, bahkan hingga dua minggu, selain melakukan kunjungan resmi.

Hingga kemarin, sulit untuk mengetahui agenda pasti Raja Salman dan rombongannya selama di Bali.

Pihak keamanan pun, baik TNI maupun Polri, tidak mengetahui agenda pasti kegiatan raja dan rombongannya.

Namun demikian, seperti diungkapkan oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose, pihak keamanan siap dan siaga kapanpun jika dibutuhkan untuk mengamankan kegiatan sang raja dan rombongannya selama di Bali.

“Sampai sekarang tidak ada agenda akan kemana. Tetapi kami sudah siap dengan pengamanan apabila pihak raja menginginkan kemana.
Sejauh ini, hanya menikmati seputar Nusa Dua,” kata kapolda kepada media, Sabtu (4/3/2017) lalu.

Perlakuan khusus diterapkan terhadap pesawat Raja Salman yang “menginap” di Bandara Ngurah Rai.

Pesawat wide body (berbadan lebar) ini dijaga khusus tentara Arab Saudi berjumlah 3 orang per shift.

Pergantian piket dilakukan setiap 6 jam sekali.
“Pesawat Raja Salman dijaga 3 orang petugas keamanan Arab, setiap 6 jam diganti,” kata General Manager Area II PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), Heri Lukmanto, Minggu (5/3/2017).

Petugas keamanan Arab Saudi tersebut berjaga-jaga di bawah pesawat.

Selain petugas kerajaan Arab Saudi, sekuriti PT JAS dan petugas keamanan dari TNI Angkatan Udara juga disiagakan di sekitar pesawat Raja Salman.

Secara periodik, tim mekanik pun rutin memeriksa pesawat agar siap mengudara jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Saat ini pesawat dalam kondisi baik dan siap terbang,” kata Heri.

Pagar di Pantai
Seperti diketahui, Raja Salman dan sebagian rombongan menginap di Hotel St. Regis Nusa Dua selama di Bali.

Selain St. Regis, hotel-hotel lain di Nusa Dua yang diinapi oleh rombongan besar Raja Salman adalah Laguna Bali, Ritz Carlton, Hilton Bali dan Hotel Mulia.

Menurut Duta Besar (Dubes) Arab Saudi, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, alasan Raja Salman berlibur ke Bali adalah karena pemandangan alam dan pantai di Bali yang indah.

Kendati demikian, hingga pemantauan Tribun Bali kemarin di sekitar Hotel St. Regis, tidak terlihat adanya aktivitas menonjol di pantai pasir putih di belakang hotel.

Untuk memastikan keadaan, media juga mengalami kesulitan karena dilarang pihak keamanan untuk mendekati pantai privat di balakang Hotel St. Regis.

Dari pantauan Tribun Bali kemarin, di area private beach atau pantai privat hotel justru terlihat pagar bambu sepanjang puluhan meter dan tinggi 3 meter.

Pagar bambu yang memanjang hingga ke pinggir pantai itu ditutupi dengan kain putih dan sebelumnya tidak ada.

Diduga, pagar bambu itu sebagai penghalang agar kegiatan Raja Salman dan rombongan di pantai tidak bisa dilihat oleh awak media, terutama fotografer, yang ingin mengambil gambar.

Selain itu, juga ada pagar khusus untuk pegangan sepanjang 20 meter hingga menyentuh bibir pantai.

Pagar itu sepertinya untuk pegangan Raja Salman jika ingin berjalan menuju ke bibir pantai. .

“Iya pagar di belakang St. Regis itu sudah ada sejak satu minggu ini. Kemungkinan untuk Raja Salman,” jelas Ahmadi, seorang warga yang tinggal dekat hotel.

Tribun Bali tidak diperbolehkan mendekat ke private beach Hotel St Regis. Bambu setinggi 3 meter dan lebar sekitar 7 meter itu menghalangi bagian pantai privat St. Regis yang berisi kursi panjang untuk tempat berbaring atau berjemur bagi tamu hotel.

Wisatawan yang ada disana melakukan aktivitas seperti biasa, namun tidak diperbolehkan oleh penjaga untuk melintasi batas pantai privat Hotel St. Regis. Namun, beberapa pecalang terlihat bisa mendekatinya.

Sementara itu di perairan dekat pantai privat itu tampak personel TNI Angkatan Laut (AL) berpatroli dengan perahu karet.

Untuk kawasan wisata Nusa Dua atau Nusa Dua Resorts di area ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation), aparat keamanan tidak melakukan penutupan bagi akses warga.

Masyarakat dan wisatawan yang memasuki kawasan ITDC, Minggu (5/3/2017), masih mendapatkan akses keluar-masuk di kawasan perhotelan mewah tersebut.

Meski demikian, pengetatan pengamanan dilakukan aparat gabungan mulai di pintu gerbang ITDC.

Polda Bali juga mendirikan posko Brimob di kawasan ITDC sebagai tempat bersiaga petugas keamanan.

Pengamanan lebih ketat di pintu depan Hotel St Regis, hotel yang ditempat Raja Salman selama berlibur di Bali dengan banyaknya petugas keamanan bersiaga baik berseragam lengkap dengan senjata laras panjang ataupun berpakaian sipil.

Di hotel yang menghadap laut tersebut, seluruh kamar telah disewa oleh Kerajaan Arab Saudi.(*)




sumber : postshare .co.id

Hujan dan Angin Kencang di Surabaya, Ini yang Terjadi


Hujan deras yang disertai angin terjadi di Kota Surabaya dan sekitarnya. Bahkan di beberapa lokasi, sempat jatuh butiran es.

Cuaca ekstrem ini terjadi sejak Pk 15.40 Wib. Hingga Pukul 16.23 Wib, hujan angin yang cukup lebat ini membuat warga was-was masih terjadi.

Hujan es di Kertomenanggal/Foto: Ammar Khan @LoveSuroboyo
“Disertai hujan es. Rumah tetangga ada yang bocor kena hujan es,” kata Ari Setyawan yang mengaku berada di Siwalankerto Timur, Selasa (7/3/2017).

Hujan es, kata dia, tak berlangsung lama. Namun, hujan deras serta angin kencang masih berlangsung. Hujan butiran es juga dirasakan warga lainnya di Jemursari, Kendangsari, Ahmad Yani dan daerah lainnya.

Pohon tumbang juga terjadi di sejumlah kawasan. Di Jalur MERR Ir Soekarno dilaporkan ada lima pohon tumbang. Demikian pula papan reklame banyak dilaporkan ada yang ambruk. Genangan terjadi di sejumlah kawasan.

Jalur frontage Ahmad Yani dari arah Bundaran Waru sementara mengalami kepadatan karena ada reklame yang dihempas angin. Masyarakat diimbau hati-hati saat berkendara di sore ini karena cuaca tidak bersahabat.

Tak hanya itu, sejumlah bangunan seperti hotel dan gedung pertemuan juga bagian penutup dindingnya terkelupas diterbangkan angin. Sebuah foto jendela kaca sebuah perkantoran di Jl A Yani pecah beredar. Sebuah tiang traffic light dilaporkan ambruk menimpa mobil.

“Kami imbau hati-hati,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BNB dan Linmas) Kota Surabaya Irvan Widyanto.

BNP Linmas, kata Irvan, diterjunkan menyebar ke sejumlah titik bersama tim Satpol PP untuk mengantisipasi adanya dampak hujan angin yang terjadi.




sumber : postshare .co.id

Senin, 06 Maret 2017

Benda yang selalu terselip di saku Raja Salman ini dikira bolpoin, ternyata bukan lho. Tapi…


Semenjak menginjakkan kaki ke Tanah Air, sosok Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud memang selalu menyita perhatian publik Indonesia.

Banyak hal dari dirinya yang menarik untuk dibahas. Mulai dari penampilan, hingga soal barang bawaannya.

Beberapa waktu lalu, publik Indonesia sempat dihebohkan dengan kursi pribadi milik Raja Salman. Kursi tersebut dikabarkan memiliki nilai hingga Rp 17 miliar.

Tak hanya kursi seharga miliaran, ada juga satu barang bawaannya yang turut menyedot perhatian. Hanya saja benda kali ini melekat di busananya.

Ya, seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Terlihat begitu jelas ada sebuah benda kecil yang terselip di kemeja putih Sang Raja.

Banyak yang mengira bahwa benda itu adalah bolpoin.

Tapi ternyata dugaan itu salah.

Lalu benda apakah itu?

Mengutip Bangka Pos, Senin (6/3/2017), benda kecil itu adalah siwak. Yaitu dahan atau akar dari pohon Salvadora persica yang bermanfaat sebagai pembersih gigi, gusi dan mulut.



Di Arab, benda kecil ini memang sering digunakan. Mengingat lagi akan khasiatnya yang luar biasa. Selain dapat membersihkan area mulut, siwak juga dipercaya dapat mencegah berbagai penyakit bahkan penyakit mematikan seperti kanker sekalipun.

Sebagaimana yang dituturkan oleh Direktur Institut Perkumanan Universitas Rostock di dalam tulisan ilmuwan bernama Rudat.

“Penelitian ilmiah modern mengukuhkan, siwak mengandung zat yang melawan pembusukan, zat pembersih yang membantu membunuh kuman, memutihkan gigi, melindungi gigi dari kerapuhan, bekerja membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat, dan melindungi mulut serta gigi dari berbagai penyakit,” tulisnya



sumber :  palingseru .com

Kamu Mau Tahu Berapa Uang yang Dihabiskan Raja Salman ketika berada di Indonesia?


Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama 1.500 rombongan, termasuk 10 Menteri dan 25 Pangeran menghabiskan waktu 9 hari di Indonesia, yakni Jakarta, Bogor, dan Bali. Dalam kurun waktu tersebut, Raja Salman diprediksi membelanjakan uangnya hingga Rp 250 miliar selama berada di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Indonesia (Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies/ASITA), Asnawi Bahar memperkirakan, pengeluaran Raja Salman selama berada di Indonesia mencapai Rp 250 miliar.

“Sebelumnya saya bilang Rp 150 miliar, tapi setelah saya hitung lagi, uang yang dihabiskan Raja Salman dan rombongannya di Indonesia mencapai Rp 250 miliar,” kata Asnawi saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Dia merinci, dari perkirakan pengeluaran Raja Salman di Indonesia sebesar Rp 250 miliar, senilai Rp 150 miliar-nya akan dihabiskan di Bali untuk berlibur mulai dari 4-9 Maret 2017. Itu untuk biaya borong kamar hotel di St Regis Resort, Laguna, Bali Hilton (ex Grand Nikko) dan Ritz Carlton. Seluruh hotel tersebut berlokasi di Nusa Dua. Plus menyewa ratusan mobil mewah, wisata ke Nusa Dua, Uluwatu, kawasan GWK, dan biaya lainnya.

“Kalau di Bali saja, mungkin perkiraan saya mencapai Rp 150 miliar. Itu paling minimal ya,” Asnawi menegaskan.

Asnawi menghitung, hotel Laguna memiliki 287 kamar dengan variasi tarif Rp 10 juta sampai Rp 100 juta per malam. Mengambil tarif yang paling murah, estimasinya biaya Rp 14,35 miliar dengan asumsi mereka menginap selama 5 hari. Kemudian St Regis Resort yang mempunyai 123 kamar dengan harga minimal yang sama dan kurun waktu yang sama, maka diperkirakan biaya yang dihabiskan sekitar Rp 6,15 miliar. Untuk biaya pengeluaran di hotel Ritz Carlton dihitung sama dengan yang lain.

“Itu belum perhitungan tarif kamar Raja Salman yang mencapai ratusan juta, biaya makan selama di Bali karena hotel kan ditutup untuk umum,” jelasnya.

Menurutnya, ditambah lagi sewa mobil mewah 360 unit dikalikan Rp 5 juta dikalikan lagi waktu selama berada di Bali, hasilnya mencapai Rp 10 miliar. Kemudian belum termasuk biaya groundhandling, dan lainnya.

“Nah belum lagi menghitung kunjungan di Jakarta yang tarif hotelnya saja sampai Rp 135 juta per malam. Jadi perkiraan saya Raja Salman membelanjakan uangnya Rp 250 miliar selama di Indonesia,” Asnawi menuturkan.

Dia mengatakan, kunjungan Raja Salman dan 1.500 rombongan ke Indonesia dalam waktu yang cukup lama memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata nasional. Meningkatkan pertumbuhan konsumsi yang memainkan peranan penting guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Multiplier effect-nya dari kunjungan Raja Salman ke Indonesia sangat luar biasa besar. Untuk hidangan di meja makan saja, sekitar 35-40 pihak yang terlibat,” kata Asnawi




sumber : palingseru .com

Tulisan Spanduk Salon ini Jadi Viral, Bikin yang baca ngakak dan gagal paham


Spanduk biasa nya banyak kita jumpai di pinggir-pinggir jalan. Spanduk yang sering kita jumpai ialah sepantuk yang berisikan tulisan menu makanan, ya kan?

Jika hentak membuat Spanduk tentu sebelumnya telah memikirkan isi tulisan dari spanduk tersebut bukan? Lalu bagaimana halnya dengan spanduk yang sekarang ini menjadi bahan kakak kan?




Dilansir dari tribunsolo.com, baru baru ini di hebohkan dengan adanya foto Spanduk, yang melihatnya pasti bikin gagal paham.

Ini adalah adalah beberapa komentar ngakak para Netizen.

“yang bisa bedain kerly sama keriting akan dapat diskon,” tulis akun Renientha Dewi.

“BRG MASAS ada yg bisa jelasin?
Bahasa Inggris rasa apa ya ini….,” timpal akun Hi Quds.

“Pinjem ah, bakal mau ke sini kerli sekalian ribonding,” tulis akun Maman Suherman.



sumber : palingseru .com